Level: Menengah Durasi: 2–4 jam Prasyarat: Dasar jaringan, Docker/Container, Python atau Node.js, akses ke VM atau single-board computer (Raspberry Pi atau setara).
Tujuan pembelajaran
Setelah menyelesaikan modul praktikum ini peserta diharapkan dapat:
- Menjelaskan arsitektur lapisan Edge vs Cloud.
- Mendeploy sebuah service sederhana di node edge (container).
- Mengimplementasikan pipeline data ringan: akuisisi → pre-processing → inferensi sederhana.
- Mengamankan komunikasi antara device dan edge gateway.
- Mengevaluasi metrik latensi dan bandwidth serta membuat rekomendasi optimasi.
Bahan dan alat
- 1 VM/PC sebagai cloud (atau akun cloud)
- 1 perangkat edge (Raspberry Pi atau VM yang bertindak sebagai gateway)
- Sensor virtual atau dataset (disediakan)
- Docker / Podman, dan docker-compose atau k3s (opsional)
- Python 3.9+ atau Node.js 18+
- Akses SSH antara mesin
Ringkasan teori singkat
Ringkas konsep edge: pengertian, manfaat utama (latensi, bandwidth, privasi), serta trade-offs. Gambarkan arsitektur sederhana: Device → Edge Gateway → Cloud. Bahas keamanan dasar dan observability.
Langkah praktikum
Persiapan lingkungan (30 menit)
- Siapkan dua mesin (cloud dan edge) dan pastikan dapat saling SSH.
- Install Docker dan docker-compose pada kedua mesin.
- Clone repository contoh (link diberikan oleh instruktur) yang berisi simulasi sensor dan service inferensi ringan.
Langkah 1 — Menjalankan sensor simulasi (15 menit)
- Jalankan container sensor yang mem-publish data telemetri (mis. suhu) ke MQTT broker lokal di edge node.
Contoh (di edge node):
# jalankan mqtt broker (eclipse-mosquitto)
docker run -d --name mosquitto -p 1883:1883 eclipse-mosquitto
# jalankan sensor simulator
docker run -d --name sensor-sim --env MQTT_HOST=localhost example/sensor-sim
Langkah 2 — Deploy pre-processing service (30 menit)
- Buat container yang subscribe ke topik MQTT, melakukan cleaning dan aggregasi, lalu menyimpan hasil ke storage lokal (file atau InfluxDB ringan).
Tugas:
- Siapkan Dockerfile sederhana untuk service preproc.
- Jalankan dan verifikasi data yang masuk tersimpan dan teragregasi.
Langkah 3 — Inferensi ringan di edge (30 menit)
- Gunakan model sederhana (regresi atau threshold) untuk mendeteksi anomali. Model bisa berupa skrip Python yang membaca data teragregasi.
- Deploy sebagai container dan buat endpoint HTTP lokal yang mengembalikan status.
Langkah 4 — Sinkronisasi ke Cloud & Analitik (30 menit)
- Konfigurasi service untuk mengirim ringkasan per 5 menit ke cloud (HTTP POST ke endpoint di mesin cloud).
- Di cloud, simpan ke database dan buat dashboard metrik sederhana (Grafana/Influx atau Prometheus/Grafana).
Langkah 5 — Pengukuran dan evaluasi (15–30 menit)
- Ukur latency end-to-end (sensor → preproc → inferensi → respon).
- Ukur bandwidth yang digunakan terutama saat mengirim data mentah vs ringkasan.
- Catat temuan dan optimasi yang mungkin (compress, sampling, model quantization).
Tugas akhir (penilaian)
- Submit repository fork dengan Dockerfile dan instruksi deploy (README).
- Jawab kuis singkat:
- Jelaskan 3 trade-off utama Edge vs Cloud.
- Sebutkan 4 teknik mitigasi keamanan di lingkungan edge.
- Rekam video singkat (5 menit) yang menunjukkan alur kerja dan hasil pengukuran.
Rubrik penilaian
- Setup dan dokumentasi: 30%
- Fungsi pipeline (sensor → preproc → inferensi → sink): 40%
- Keamanan dan konfigurasi: 10%
- Analisis metrik & rekomendasi: 20%
Pertanyaan dan tantangan lanjutan
- Bagaimana menangani offline-first ketika koneksi sering terputus?
- Bagaimana mengelola update model aman di ratusan node edge?
- Optimalkan penggunaan energi pada perangkat berbasis baterai.
Referensi dan sumber
- Materi ringkasan praktik edge (dokumen sumber)
- Contoh container: eclipse-mosquitto, example/sensor-sim
- Tools: Docker, k3s, Grafana, InfluxDB
Catatan: modul dapat dipecah menjadi beberapa sesi lab jika diperlukan. Jika ingin konversi ke MDX (menambahkan worksheet dan link file), beri tahu instruksi tambahan.